Pengendalian Penyakit Kuning


Pengendalian Penyakit Kuning Pada Tanaman Cabai Melalui Pengendalian Terpadu Vektor Kutu Kebul
June 6, 2009, 8:40 am
Filed under: Jurnal | Tags: , ,

Oleh: Sudiono, Ir. M.Si.
Lembaga Penelitian
Dibuat: 2008-01-02 , dengan 1 file(s).

Keywords: Penyakit Kuning,Tanaman Cabai,Kutu Kebul
Subject: Tanaman cabai-Penyakit
Call Number: 633.0893 sud p c.1

Referensi klik disini atau http://digilib.unila.ac.id/go.php?id=laptunilapp-gdl-res-2008-sudionoirm-1143

Abstrak

Salah satu penyakit tanaman cabai di Indonesia yang pada saat ini banyak ditemukan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, di antaranya virus gemini. Penyakit pada cabai yang disebabkan oleh virus gemini disebut Penyakit Kuning. Virus gemini hanya dapat ditularkan oleh vektor, yaitu vektor kutu kebul Bemisia tabaci. Di Indonesia virus gemini pertama kali diketahui menyerang tanaman tembakau di Bojonegoro, Jawa Timur dan mengakibatkan kerusakan sebesar 30%. Infeksi virus gemini juga telah terdeteksi pada tanaman cabai di daerah Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Kalimantan Selatan, dan pada tanaman tomat di Jawa Barat dan tanaman cabai di Sumatera.

Berdasarkan fakta tersebut di atas, diperlukan upaya mencari terobosan pengendalian virus gemini dari beberapa aspek yang dapat memberikan andil bagi pengendalian penyakit kuning pada cabai. Upaya pengendalian serangga vektor tampaknya perlu mendapat prioritas yang sangat tinggi. Upaya tersebut ditempuh dengan melakukan kajian secara biologi mengenai kisaran inang dan dinamika populasi serangga vektor.

Selanjutnya dilaksanakan juga kajian eksplorasi musuh alami sebagai salah satu upaya pengendalian vektor. Pengendalian secara kimia dapat ditempuh melalui uji efektivitas insektisida yang ada di pasaran. Dalam jangka panjang penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah penyakit virus yang disebabkan oleh virus gemini pada tanaman cabal dan mengetahui mekanisme pengendalian kutu kebul sebagai vektor. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendapatkan teknik pengendalian dengan cara budidaya melalui kajian kisaran inang dan dinamika populasi kutu kebul, pengendalian secara biologi melalui eksplorasi musuh alami baik predator maupun parasitoid, pengedalian secara kimia melalui pemilihan insektisida yang ada di pasaran untuk mengetahui efektivitas terhadap kutu kebul.

Penelitian tersebut akan dilanjutkan dengan memadukan dari berbagai teknik yang diperoleh di lapangan sehingga dapat memberikan andil dalam pengendalian terpadu penyakit kuning. Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa tahap penelitian yang telah dilaksanakan pada tahun pertama adalah: (1) Kajian kisaran inang kutu kebul , (2) Dinamika populasi kutu kebul dan keterjadian penyakit, (3) Sampling dan identifikasi musuh alami, dan (4) Pengendalian kutu kebul dengan insektida di rumah kaca. Sedan gkan tahun kedua yaitu: (5) Uji coba tanaman barrier dan repelen, (6) Dinamika populasi kutu kebul dan keterjadian penyakit (lanjutan), (7) Studi biologi dan efektivitas musuh alami (8) Uji efektivitas insektisida di lapang, dan tahun ketiga (9) Uji teknik terpadu (budidaya, biologi dan kimia) di lapangan.

Hasil penelitian tahun pertama yang telah dicapai adalah telah ditemukannya 30 an jenis tanaman budidaya dan tumbuhan liar yang biasa dijumpai di sekitar pertanaman cabai dataran tinggi di Lampung, beberapa di antaranya dapat menjadi inang kutu kebul, B. tabaci. Tumbuhan liar babadotan (Ageratum conyzoides L) ternyata merupakan inang yang sangat baik bagi kutu kebul. Dengan demikian keberadaan tumbuhan ini perlu mendapat perhatian dalam budidaya tanaman cabal.

Keterjadian penyakit kuning ternyata sangat dipengaruhi oleh populasi serangga vektor, kutu kebul. Hasil penelitian di Lampung Barat menunjukkan bahwa semakin tinggi populasi kutu kebul, B. tabaci, maka keterjadian penyakit kuning pada tanaman cabai makin tinggi.

Hasil penelitian yang lain adalah ditemukannya lebih dari 10 spesies musuh alami B. tabaci. Sebagian musuh alami tersebut merupakan predator, dan sebagian lagi berupa parasitoid. Adapun insektisida yang dianggap memiliki kemampuan mengendalikan B. tabaci adalah insektisida berbahan aktif Buprofezin dan Karbaril. Dua jenis insektisida tersebut terbukti lebih balk daripada tiga jenis insektisida lain yang telah diuji. Setelah tiga tahun, dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui teknik pengendalian terpadu kutu kebul sehingga mampu menekan penyakit kuning pada tanaman cabai. Dalam proses penelitian ini digunakan indikator antara (proxy indicator) berupa diketahuinya tanaman barrier dan repelen, musuh alami yang efektif, insektisida yang efektif, korelasi antara dinamika populasi kutu kebul dan keterjadian penyakit, serta kombinasi teknik pengendalian terpadu kutu kebul.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.